jump to navigation

CLUSTER IPMSKT JURUSAN DI ITS April 14, 2008

Posted by bustanularifin in Serbaneka.
trackback

Saya masih perlu tambahkan lagi bahan analisa sekitar IPMSKT (indeks prestasi & masa studi komulatif terbobot) yang dimaksudkan untuk mendapatkan nilai agregat dari indeks prestasi dan masa studi para lulusan program S1 reguler.  Ada 3 bagian bahasan yang akan dimunculkan pada kesempatan ini. Artikel ini adalah sebagai pelengkap dari yang sebelumnya tentang prestasi jurusan di ITS Surabaya.

 

Pertama, saya tampilkan lagi urutan peringkat IPMSKT-nya. Hasil indeks prestasi dan masa studi komulatif terbobot (IPMSKT) 22 jurusan di ITS  selama tahun ajaran yang baru saja berjalan, yaitu semester gasal dan genap 2007/2008 -wisuda 95 dan 96 – setelah diurutkan dari besar ke kecil adalah:

 

1) Teknik Industri (69,6%); 2) Teknik Kimia (68,0%); 3) Perencanaan Wilayah & Kota (65,4%); 4) Sistem Informasi (63,6%); 5) Teknik Material & Metalurgi (62,6%); 6) Teknik Informatika (61,0%); 7) Teknik Lingkungan (59,7%); 8) Teknik Sipil (59,2%); 9) Teknik Geomatika (59,0%); 10) Teknik Elektro (58,9%); 11) Statistika (58,5%); 12) Kimia (56,5%); 13) Teknik Sistem Perkapalan (55,6%); 14) Matematika (55,3%); 15) Biologi (54,8%); 16) Desain Produk Industri (53,3%); 17) Arsitektur (52,1%); 18) Teknik Fisika (51,4%); 19) Teknik Mesin (50,4%); 20) Teknik Perkapalan (46,9%); 21) Fisika (42,3%); 22) Teknik Kelautan (39,9%)

 

IPMSKT untuk seluruh ITS adalah 56,9% yang merupakan tingkat prestasi rata-rata kelulusan program S1 reguler di ITS. Dari data di atas terlihat bahwa hanya urutan 1 (Teknik Industri) hingga 11 (Statistika) saja yang mampu meraih IPMSKT di atas rata-rata ITS.

 

Kedua, akan ditampilkan khusus atribut lulusan di masing-masing jurusan yang dapat meraih indeks prestasi di atas 3,00(IP > 3,01). Atribut ini menunjukkan pencapaian alumni (baca juga mahasiswa) dalam mearih indeks prestasi yang bagus. Makin besar prosentasenya berarti makin cerdas para mahasiswanya, makin cerdas juga dosennya dan baik hati dalam memberikan penilaian, serta makin berhasil proses belajar-mengajar di jurusan bersangkutan. Hasil capaian ke-22 jurusan dalam hal pencapaian IP > 3,01 setelah diurutkan adalah sebagai berikut:

 

1) Teknik Industri (89,8%); 2) Teknik Kimia (89,7%); 3) Perencanaan Wilayah & Kota (88,6%); 4) Teknik Informatika (87,6%); 5) Sistem Informasi (84,9%); 6) Teknik Geomatika (84,2%); 7) Teknik Material & Metalurgi (80,0%);  8) Teknik Elektro (75,2%); 9) Teknik Mesin (72,7%); 10) Teknik Sipil (70,4%); 11) Teknik Sistem Perkapalan (69,1%); 12) Teknik Perkapalan (66,2%); 13) Teknik Lingkungan (64,5%);    14) Desain Produk Industri (61,9%); 15) Kimia (60,9%); 16) Matematika (60,0%);17) Teknik Fisika (60,0%); 18) Arsitektur (52,9%); 19) Statistika (44,9%); 20) Biologi (42,2%); 21) Teknik Kelautan (30,3%); 22) Fisika (26,2%)

 

Capaian IP > 3,01 untuk seluruh ITS adalah 67,8% yang merupakan tingkat prestasi rata-rata kelulusan program S1 reguler di ITS. Dari data di atas terlihat bahwa hanya urutan 1 (Teknik Industri) hingga 11 (Teknik Sistem Perkapalan) saja yang mampu meraih capaian IP > 3,01 di atas rata-rata ITS.

 

Ketiga, akan ditampilkan khusus atribut lulusan di masing-masing jurusan yang dapat lulus dalam masa studi 7, 8, hingga 9 semester. Atribut ini menunjukkan pencapaian alumni (baca juga mahasiswa) dalam menyelesaikan program S1 maksimum dalam waktu 9 semester. Makin besar prosentasenya berarti makin cerdas para mahasiswanya, makin cerdas juga dosennya dan baik hati dalam memberikan penilaian, serta makin berhasil proses belajar-mengajar di jurusan bersangkutan. Hasil capaian ke-22 jurusan dalam hal pencapaian masa studi < 9 semester, setelah diurutkan adalah sebagai berikut:

 

1) Teknik Kimia (87,6%); 2) Teknik Industri (86,4%); 3) Teknik Lingkungan (85,5%); 4) Perencanaan Wilayah & Kota (82,9%); 5) Statistika (82,1%); 6) Teknik Material & Metalurgi (77,1%); 7) Teknik Geomatika (73,7%); 8) Biologi (73,3%); 9) Sistem Informasi (71,7%); 10) Arsitektur (65,9%); 11) Teknik Elektro (65,4%); 12) Kimia (63,8%); 13) Teknik Sipil (63,3%); 14) Matematika (60,0%); 15) Desain Produk Industri (58,7%); 16) Teknik Sistem Perkapalan (57,4%); 17) Teknik Informatika (54,6%); 18) Teknik Fisika (52,3%); 19) Fisika (42,6%); 20) Teknik Mesin (36,4%); 21) Teknik Perkapalan (33,8%);  22) Teknik Kelautan (24,2%)

 

Capaian masa studi < 9 semester untuk seluruh ITS adalah 63,1% yang merupakan tingkat prestasi rata-rata kelulusan program S1 reguler di ITS. Dari data di atas terlihat bahwa hanya urutan 1 (Teknik Kimia) hingga 13 (Teknik sipil) saja yang mampu meraih capaian IP > 3,01 di atas rata-rata ITS.

 

Dari bahasan pertama, kedua, dan ketiga di atas dapat dipilah jurusan-jurusan yang benar-benar memenuhi persyaratan IPMSKT, IP > 3,01 (selanjutnya disingkat IP), dan masa studi < 9 semester (selanjutnya disingkat MS) yang hanya dapat diraih oleh 9 jurusan saja, yaitu:

 

1)      Teknik Industri (IPMSKT = 69,6%; IP = 89,8%; MS = 86,5%)

2)      Teknik Kimia (IPMSKT = 68,0%; IP = 89,7%; MS = 87,6%)

3)      Perencanaan Wilayah & Kota (IPMSKT = 65,4%; IP = 88,6%; MS = 82,9%)

4)      Sistem Informasi (IPMSKT = 63,6%; IP = 84,9%; MS = 71,7%)

5)      Teknik Material & Metalurgi (IPMSKT = 62,6%; IP = 80,0%; MS = 77,1%)

6)      Teknik Lingkungan (IPMSKT = 59,7%; IP = 64,5%; MS = 85,5%)

7)      Teknik Sipil (IPMSKT = 59,2%; IP = 70,4%; MS = 63,3%)

8)      Teknik Geomatika (IPMSKT = 59,0%; IP = 84,2%; MS = 73,7%)

9)      Teknik Elektro (IPMSKT = 58,9%; IP = 75,2%; MS = 65,4%)

 

Ada 2 jurusan yang masuk peringkat IPMSKT di atas rata-rata ITS namun tidak memenuhi atribut IP dan MS sekaligus, yaitu Teknik Informatika (hanya IP yang masuk peringkat) dan Statistika (hanya MS yang masuk peringkat).

 

Saya usul (boleh saja usul asalkan ada dasar pertimbangannya) hal-hal berikut:

 

  • Ke depan, masing-masing  jurusan harus bisa mempertahankan capaian IPMSKT sekaligus dengan atribut IP > 3,01 dan MS < 9 semester, dan selayaknya lebih ditingkatkan secara dinamis!
  • Bila minat calon mahasiswa sangat besar terhadap jurusan-jurusan tertentu (daya tampung program reguler terbatas), maka silahkan dibuka program non-reguler untuk jurusan tersebut. Dulu pernah ada program ekstensi yang baru tumbuh, kemudian malah ditutup oleh rektor ITS sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi di ITS untuk jurusan-jurusan yang favorit.
  • Masing-masing jurusan berusaha melakukan evaluasi terhadap potensi internal (kekuatan dan kelemahan) yang ada sekaligus prospek eksternal (peluang maupun ancaman) untuk menyusun kembali rencana strategis yang lebih dinamis dan terus berkembang. Apa langkah jelasnya? Silahkan tambahkan sendiri …

Kurang dan lebihnya mohon maaf sobat kolega dosen ITS semuanya.

 

BUSTANUL ARIFIN NOER

Lab. Perancangan Sistem & Manajemen Industri

Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya

Comments»

1. amel - February 28, 2010

permisi saya mau tnya. . kalo peluang masuk antara jurusan statistika dan teknik geomatika lebih besar mana? Tahun ini rencananya saya ingin mendaftar ITS. makasih sblumnya..

bustanularifin - March 1, 2010

Dari data yang ada … Jurusan Statistika lebih banyak dipilih oleh calon mahasiswa ya otomatis persaingan lebih berat di sana daripada jurusan Geomatika. Belajar dan berdoa lah … semoga sukses

BUST

>

2. yasmin Ar - May 23, 2010

assalamualaikum
permisi saya mau tanyak….
saya blm waktunya untuk masuk perguruan tinggi(kurang dua tahun lagi)…nmun saya pgen tau tentang its coz dari jaman nabi adam sampai adam jordan saya itu ingin sekali untuk msuk its apalgi msk ke jurusan informatikax or geoatika
bs di beri tau g bekal apa saja yang harus saya persiapkan agar bs masuk ke its terutama jurusan informatika..trimakasih^_^

bustanularifin - May 25, 2010

Wah wah … itu pilihan jurusan yang berat alias BERSAING KETAT dengan peserta lainnya. Jumnlah calon banyak dan kemampuan mereka di peringkat 10 besar sekolahnya …. hehe passing grade (nilai minimal untuk lolos) pun adalah yang paling TINGGI di ITS atau juga ITB ya?

Ya … anda harus benar-benar matang dengan soal-soal ujian masuk (MAFIAKIBI). Atau boleh coba jalur PKM (Program Kemitraan Mandiri) yang sumbangannya minimal 45 juta test-nya lebih awal di beberapa wilayah Indonesia. Bisa akses di http://its.ac.id

Itu dulu kabarnya … selamat belajar dan semoga sukses!!

Bustanul Arifin Noer Dosen Teknik Industri ITS Surabaya

> New comment on your post “CLUSTER IPMSKT JURUSAN DI ITS” > Author : yasmin Ar (IP: 125.164.81.229 , > 229.subnet125-164-81.speedy.telkom.net.id) > E-mail : adn_ar@yahoo.com > URL : http://loveits > Whois : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=125.164.81.229


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: