jump to navigation

GURU BESAR – SELANJUTNYA? September 1, 2007

Posted by bustanularifin in Serbaneka.
trackback

Guru Besar atau Profesor bidang ilmu tertentu adalah puncak karier akademik bagi seorang dosen. Kini, dikenal hanya 4 tingkat jabatan fungsional dosen, yaitu Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar. Tidak semua dosen yang lulusan S1 bisa studi lanjut program S2. Tidak semua dosen lulusan S2 bisa studi lanjut program S3. Dan, tidak semua dosen lulusan S3 bisa jadi Guru Besar.

Jabatan fungsional akademik tertinggi ini memang terasa sangat istimewa. Dengan aturan pemerintah tahun 2006 telah disyaratkan bahwa untuk jadi Profesor haruslah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan formal S3 atau doktor. Kenaikan tingkat dalam hal jabatan fungsional pun sebenarnya sederhana secara teoritis, namun sangat sulit dalam prakteknya. Asisten Ahli cukup dengan 100 angka kredit, lanjut ke Lektor cukup 200 angka kredit, lanjut lagi ke Lektor Kepala cukup dengan 400 angka kredit, dan akhirnya untuk Guru Besar cukup dengan 850 angka kredit. Itu adalah teori-nya, dalam praktek tidaklah semudah itu.

Banyak dosen yang lebih tertarik dengan mencari proyek daripada cari angka kredit. Namun, untuk mereka yang telah jadi guru besar alias Profesor – pertanyaan berikutnya adalah ‘apa yang harus sikerjakan oleh sang profesor’?

Saya baru mau mengajukan jabatan Lektor Kepala untuk tahun 2007 ini. Tidak salah bila saya punya obsesi bila nanti jadi profesor, apa yang harusnya saya kerjakan – tidak lepas dari tri darma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Dalam artikel ini akan ‘dipaparkan’ semua yang akan saya lakukan (semoga juga yang akan dikerjakan oleh para guru besar lainnya).

Pertama, harusnya lebih rajin. lebih semangat, dan lebih bijak dalam mengajar para mahasiswa. Dia harusnya lebih komitmen dengan waktu dan jadwal kuliah. Dia harusnya lebih banyak menyisipkan ‘pengalaman hidup’ dan keterampilan ‘hidup’ secara lebih filosofis sekaligus dengan contoh praktisnya. Mahasiswa dapat memperoleh ilmu dari A hingga Z sekaligus keterampilan hidup yang lebih mumpuni setiap kali ikut kuliah beliau sang profesor ini. Dia harusnya lebih bijak dalam berinteraksi dengan para mahasiswa peserta kuliah, baik yang masih S1, S2, S3, bahkan siapa pun yang hadir dalam setiap kuliahnya.

Kedua, beliau sang profesor harus lebih banyak lagi melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Lab yang berada dalam tanggung-jawabnya dapat  digunakan sebagai wahana untuk kegiatan ini.  Sang profesor bisa melatih para mahasiswa, terlebih yang ikut program magister dan doktor untuk melaksanakan penelitian dan publikasi ilmiah di bawah bimbingan beliau. Target publikasi ilmiah dimulai dari 2 artikel per tahun, kemudian dapat ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya. Konsentrasi beliau sang profesor dapat fokus untuk tujuan penelitian dan publikasi dengan dukungan finansial dari universitas atau bahkan pemerintah pusat via direktorat pendidikan tinggi.

Ketiga, sang profesor harus lebih banyak lagi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Aktivitas ini dapat berwujud sebagai tenaga sukarela untuk turut mengembangkan masyarakat sekitar kampus atau masyarakat pinggiran kota. Menjadi khotib shalat Jum’at (bagi yang muslim, misalnya) dan berbagi pengetahuan untuk turut mencerdaskan kehidupan masyarakat, baik finansial, emosional, maupun spiritual.

Demikian sedikit obsesi tetang menjadi guru besar alias profesor. Mereka tidak lagi hanya berada di menara tinggi, tetapi benar-benar dekat dengan para mahasiswa, dekat dengan masyarakat kelas bawah, dan lebih dekat lagi kepada Yang Maha Pencipta  …. semoga!

Comments»

1. Achmad Syarifudin - September 21, 2007

saya sangat setuju dengan pendapat di atas. seorang guru besar atau profesor sangat disayangkan demi intelektualitasnya, kalau harus bergelut dan bergelimang dengan proyek-proyek dan kegiatasn yang bersifat teknis, sehingga tanggungjawabnya yang hakiki termarjinalkan.

2. Wilson - May 30, 2008

Boleh Vokal Project tetapi harus bermental Akademik

3. diah - November 23, 2008

itu akan berjalan dengan sendirinya, kalau dilakukan dengan cara yang baik. bila tidak walaupun sudah profesor, seperti bukan profesor.

4. bunga - June 2, 2009

saya sangat menyukai topik ini..,,, dan berharap semua menjadi nyata??
karena menemukan topik ini dalam kehidupan fakta sangatlah sulit!!

“Mereka tidak lagi hanya berada di menara tinggi, tetapi benar-benar dekat dengan para mahasiswa, dekat dengan masyarakat kelas bawah, dan lebih dekat lagi kepada Yang Maha Pencipta …. semoga!”

Amin…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: