jump to navigation

Lima Rukun Islam May 9, 2006

Posted by bustanularifin in Iman.
trackback

Lima rukun Islam: syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Barangkali kita masih ragu dengan hal ini? Begitu sederhana strukturnya, begitu indah bangunannya, begitu lengkap maknanya, dan begitu sempurna hikmahnya. Namun, bisakah kita memahaminya secara lebih dewasa dan bijaksana? Dapatkah dan bersediakah kita memahami dan melaksanakannya dengan penuh kepatuhan? Semoga … kali ini akan saya ajak sidang pembaca memahami 5 rukun Islam dengan lebih bijak. Kelima ruku Islam tersebut dapat dipandang sebagaimana tangga dengan 5 tingkatan yang berpuncak kepada persaksian fundamental, yaitu dua kalimah syahadah ‘aku bersaksi bahwa tida tuhan selain ALLAH dan Muhammad itu rasul dan utusan ALLAH’.

Pertama, semuanya berpangkal pada pernyataan (statement) tentang ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW. Dua kalimat syahadat yang senantiasa diulang-ulang saat kita shalat, berdoa, bahkan akad nikah! Pernyataan lisan inilah sebagai persaksian kita untuk mulai menjadi seorang muslim. Kapan terakhir anda mengucapkan ikrar ini? Jawaban yang benar adalah ‘setiap saat’. Persaksian ini layaknya kita lakukan di banyak kesempatan, dibaca berulang kali, bahkan saat ziarah kubur, di makam para wali misalnya. Makna dari AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH – DAN AKU BERSAKSI BAHWA NABI MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH terkandung 2 hal penting: pernyataan tauhid kita – bahwa hanya ALLAH yang patut disembah, serta kesediaan kita untuk menerima ajaran-Nya yang disampaikan melalui hamba dan utusan-Nya yang mulia Nabi Muhammad SAW. Inilah pegangan hidup yang paling kuat! Hanya kepada ALLAH segalanya kita bergantung, hanya kepada ALLAH kita memohon, dan hanya kepada ALLAH kita mengabdi …

Kedua, shalat yang dijalankan sebagai wujud dari pernyataan kita sebelumnya. Shalat merupakan ritual utama setiap muslim. Shalat pada waktunya, lima kali shalat yang wajib, dan ditambah dengan shalat sunat lainnya yang dikerjakan semata hanya karena ALLAH akan membekas dalam perbuatan, tutur kata, dan tingkah laku yang benar-benar berkualitas. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar karena benar-benar membekas dalam sanubari setiap muslim.

Ketiga, shaum (atau puasa yang lebih populer) adalah sarana latihan disiplin dan kejujuran diri setiap muslim. Hanya dia dan ALLAH yang tahu apakah sungguh-sungguh berpuasa. Tingkatan yang dapat diraih pun dimulai dari puasa ‘biasa’ oleh orang biasa kebanyakan, puasa ‘khusus’ oleh mereka yang benar-benar menjaga seluruh rukun dan syarat puasa, serta puasa ‘khususnya orang khusus’ yang merupoakan tingkat tertinggi.

Keempat, zakat untuk membersihkan diri dan harta setiap muslim. Dalam setiap harta yang dikaruniakan ALLAH kepada kita pastilah ada hak-hak bagi orang lain yang membutuhkan. Tuntunan zakat akan mengarahkan manusia untuk tidak ‘gila harta’ dan tetap berkeyakinan bahwa semua rejeki yang diperoleh semuanya atas ijin ALLAH SWT.

Kelima, haji bagi muslim yang mampu secara finansial dan fisik. Haji adalah ibadah khsusus dan hanya diwajibkan sekali seumur hidup seorang muslim. makna terbesar yang dapat diraih dari peristiwa haji adalah kesdaran akan keutuhan manusia yang bersal dari satu, yaitu Nabi Adam AS. Keemuliaan suatu kaum terletak pada derajat ketakwaan mereka, bukan pada warna kulit, pangkat, harta, dan simbolis kehidupan lainnya.

Itulah 5 tangga dalam rukun Islam. Marilah kita berusaha melengkapi tahapan kehidupan kita dengan kelima rukun tersebut. Melaksanakan haji di kala muda dan kuat sangatlah dianjurkan agar dapat menggenap semua rukun haji secara utuh. Membayarkan zakat untuk menjaga kesucian hati dan diri pun dilaksanakan dengan penuh kesadaran untuk sekaligus membangun umat yang lebih sejahtera. Menjalankan puasa di bulan Ramadhan yang wajib ditambah puasa sunnah lainnya perlu untuk tetap menjaga kesehatan dan keseimbangan siklus kehidupan itu sendiri. Menegakkan shalat lima waktu yang wajib serta shalat sunnah lainnya adalah sebagai bukti ketundukan kita kepada tuntunan Rasulullah untuk kebahagiaan kita juga. Mengucapkan syahadat sebagai persaksian keislaman kita perlu terus diperbaharui setiap saat, karena itu merupakan kalimah yang baik dan sempurna. Wallahu ‘alam!  

Comments»

1. pungky - July 18, 2006

senang bisa membaca tulisan ini

2. rio ananta - June 19, 2007

islam adalah kaidah yang diperuntukan bagi semua mahluk Alloh, suatu komitmen antara hamba dengan Tuhannya yang mengikat hati hingga ajal menjemput

ingat Alloh.. maka hidup kita akan makin bermakna
takkan pernah ada kejahatan, angkara, fitnah, dengki atupun sakiti sesama
selama kita masih pegang komitmen dengan Tuhan

3. ulif - November 10, 2007

hidup indah bersama islam. kuatkan ukhuwah, jalin persatuan, kita gapai kemenangan islam

4. Cdra - June 2, 2010

Allah tuhanku

5. Rachman - September 12, 2010

dunia bisa damai bila semua berpedoman pada al Quran dan Al Hadist {ALLAH dan RASULULLAH}, Tapi maih banyak orang yg blm tahu tentang ISLAM sesungguhnya walaupun KTPnya Islam. jadi, masih banyak ladang amal ma’ruf buat kita…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: