jump to navigation

KECERDASAN DAN KEPRIBADIAN June 23, 2007

Posted by bustanularifin in Serbaneka.
trackback

Kecerdasan … bagaimana kita memahami arti kecerdasan? Begitu juga dengan kepribadian … apa yang anda ketahui dengan kepribadian? Atau adakah hubungan antara kecerdasan dengan kepribadian seseorang?

Siapakah manusia yang cerdas? Atau, apakah maksud dari cerdas? Cerdas dapat diartikan sebagai sikap manusia yang mampu mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap persoalan sekaligus upaya mereka untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. Manusia yang dapat unggul dalam satu aspek (dari 8 aspek kecerdasan dalam konteks psikologi) sudah dapat dikatakan sebagai manusia yang cerdas. Kali ini saya yang akan disorot adalah 2 dimensi kecerdasan utama, yaitu spiritual dan emosional. 

Saya akan tampilkan lagi sisi lain dari kecerdasan manusia dengan merujuk kepada dua aspek tersebut. Anggap saja ada dua sumbu datar dan tegak. Sumbu datar kita siapkan untuk kecerdasan emosional, yaitu tingkat kecerdasan manusia saat berhubungan dengan manusia lainnya. Mereka yang sangat piawai dalam pergaulan, menjadi pusat perhatian dan dan bisa memberikan perhatian yang sama besarnya kepada yang lain, pandai bergaul, berkomunikasi, berempati, dan merasakan perasaan orang lain, serta lainnya  adalah mereka yang cerdas secara emosional. Sebaliknya, adalah mereka yang tidak cerdas secara emosional yang dicirikan oleh kurang gaul, pemurung dan pendiam, sulit berinteraksi dengan orang lain, dan banyak ciri lainnya. Sehingga, ada 2 kategori untuk kecerdasan emosional ini, sebut saja RENDAH atau TINGGI.

Sumbu tegak dapat digambarkan sebagai tingkat kecerdasan spiritual. Mereka yang cerdas secara spiritual adalah mereka yang telah sampai pada tingkatan para nabi, rasul, wali, dan orang-orang yang tunduk patuh dengan pemahaman/penghayatan yang mendalam atas ajaran agamanya.  Sebaliknya, mereka yang ingkar, bermaksiat, dan melawan perintah/ajaran  agamanya sehingga menjadi manusia yang tidak bermoral adalah mereka-yang tidak cerdas secara spiritual. Kategori untuk kecerdasan spiritual ini pun dibagi jadi 2 kelas, yaitu RENDAH atau TINGGI.  

Dari kedua sumbu tersebut dapat terbentuk 4 kuadran/wilayah. Kuadran I adalah mereka yang tinggi kecerdasan emosionalnya sekaligus tinggi pula kecerdasan spiritualnya. Mereka adalah figur manusia sempurna nyaris dekat dengan pribadi para nabi, orang sholeh, dan orang-orang bijak sepanjang masa. Mereka sangat peka dengan perintah ALLAH SWT sekaligus sangat unggul dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Kuadran II adalah mereka yang tinggi kecerdasan spiritualnya, namun rendah kecerdasan emosionalnya. Mereka adalah yang rajin mendalami agama dan prakteknya, namun alpa dalam hal pergaulan dengan manusia lain di sekitarya. Jadilah mereka seperti orang ‘aneh’ yang hanya peduli dengan kepuasan batin sendiri, namun tidak peduli dengan nilai persahabatan dan pergaulan dengan masyarakat di sekitarnya. Kuadran III adalah mereka yang tinggi kecerdasan emosionalnya, namun rendah dalam hal kecerdasan spiritualnya. Mereka sanga pandai bergaul dan diterima eolah banyak kalangan pergaulan masyarakat, namun tidak peduli dengan kaedah agama yang menuntun kehidupan bermartabat. Mereka cukup puas dengan menonjolkan ‘aspek bermoral walau tidak beragama’, dan masih sangat berani melanggar perintah ALLAH yang menjadi penuntun untuk membentuk pribadi mulia. Kuadran IV adalah mereka rendah kecerdasan spiritualnya sekaligus juga rendah kecerdasan emosionalnya. Maereka adalah ‘sampah masyarakat’ yang sesungguhnya. Tidak peduli kepada sesama dan berani melanggar tuntunan ALLAH adalah ciri mereka yang berada di kuadran ini.

Pribadi-pribadi utama yang diharapkan dapat membangun sendi masyarakat yang kokoh, bersahabat, bermartabat, dan berkualitas adalah mereka yang berada di kuadran I dengan ‘keimanan yang kokoh sekaligus kesalehan sosial yang mumpuni’. Wujud nyata yang ditunjukkan oleh mereka dari kuadran I ini adalah sosok dengan kepribadian utama sebagai rahamatan lil ‘alamin. Topeng kepribadian yang dimunculkan adalah topeng yang tulus sebagai manusia ‘khalifah ALLAH di muka bumi’. Itulah bentuk kepribadian yang akan dapat membuat lingkungan masyarakat yang manusiawi, berkualitas, sekaligus bermartabat. Tentu, dengan kecerdasan spiritual yang tinggi sekaligus kecerdasan emosional yang tinggi pula tidak akan ada lagi ‘kepribadian maya atau semu’. Semua hal yang dilakukan adalah dengan dasar ketulusan, kehangatan, kasih sayang, dan kemanfaatan yang besar bagi manusia seluruhnya. Semoga !!

Comments»

1. Anita Ristiningsih - October 2, 2007

menurut saya, kecerdasan emosional dan spiritual sebenar klise tapi pasti. kecerdasan spiritual adalah dasar dari kecerdasan emosional. keduanya saling menopang.

Anita ristiningsih (07.2004.1.02489) ITATS

2. Petronella Warikar (07.20061.90062 ITATS) - November 3, 2007

Menurut saya kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual adalah kedua hal yang sangat penting, yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Namun kenyataannya tidak semua orang bisa memiliki keduanya, karena untuk dapat cerdas secara emosional dan spritual dibutuhkan kesadaran, usaha dan ketulusan untuk melaksanakannya, karena tanpa ketulusan apapun yang dikerjakan manusia untuk bisa memiliki dua hal tersebut adalah palsu. menurut saya orang yang dikatakan “sampah masyarakat” seperti yang bapak utarakan di atas adalah mereka yang tinggi kecerdasan emosional dan spritualnya (menurut penglihatan/penilaian orang) namun pada kenyataanya,,bohong belaka (memakai topeng).

3. sudjatmoko - November 15, 2007

kecerdasan yang sebenarnya hanya akan ada pada akhlak yang terpuji………

jika suatu akhlak yang terpuji itu ada pada diri sesesorang, maka kecerdasan apa pun akan dapat ia kuasai….

karena akhlak membawa seseorang untuk menjadi pribadi yang selalu ingin menjadi lebih baik….

4. mbah.ces - June 24, 2008

kecerdasan adalah paham dalam arti paham pada diri sediri dan lingkungannya yang di nyatakan dalam bentuk tingkah laku.

5. metafisika_17 - July 31, 2008

bagaimana kalau orang pandai, cerdas, agama kurang, pandai bergaul tapi malas bekerja sukanya merintah orang lain?

6. jami - April 5, 2011

gimana ya,untuk mengatasi/membentuk manusia yg beremosional dan berspiritual.bahkan keduanya saya gak pnya.(slalu gagal)

bustanularifin - April 10, 2011

Cerdas emosional berarti dapat mengendalikan emosi yang meledak menjadi tidak merusak. Cerdas spiritual berarti dapat mengerti bahwa semua tingkah laku kita ada nilai-nilai spiritual di dalamnya. Semua dala proses belajar .. makin bertambah usia kita makin diharapkan lebih cerdas diri kita – makin bijak sikap hidup kita tuh … Saya ngaji dan tambah hafalan al-Qur’an setiap harinya, juga sholat berjama’ah Isya di masjid ITS Surabaya di dekat rumah … Tetap terus belajar setiap hari -


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: