jump to navigation

Iman dan Ilmu February 2, 2006

Posted by bustanularifin in Ilmu, Iman.
trackback

Dalam terminologi Islam, kata iman yang melekat dalam dada harus diimbangi dengan ilmu. Adakah hubungan antara keduanya? Apakah iman lebih utama dari ilmu, atau sebaliknya? Marilah saya ajak anda untuk menyimak ulasan singkatnya.

Sejak lahir saya (dan banyak lagi orang lainnya) dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim. Kami diajarkan dan dicontohkan begaimana menjadi orang Islam dengan benar. Ayahku (almarhum) adalah contoh ideal bagiku. Iman itu sudah tertanam dalam jantung hati dan setiap detaknya. Rukun iman yang enam pada awalnya sebatas hapalan, namun selanjutnya menjadi keyakinan yang sangat mendalam.

Didikan di kampus sains dan teknologi ITB dengan aktivitas di Masjid Salman telah makin membentuk diri ke arah yang lebih tegar. Hemat saya, iman yang kokoh harus seimbang dengan ilmu yang mendukungnya, ilmu yang berlimpah pun harus diimbangi dengan iman yang makin kuat lagi. Iman merupakan pegangan dasar dalam kehidupan untuk mempunyai arah dan tujuan yang benar. Ilmu digunakan untuk lebih bijak dalam mencermati setiap fenomena alam yang terjadi. Dan, akhirnya iman dan ilmu pun berjalan seiring untuk saling menguatkan satu sama lainnya.

Iqra’ bismi rabbika adalah perintah untuk menjelajah dunia ilmu dengan tetap berpegang dengan nama ALLAH. Wahai Yang Maha Bijaksana, tambahkanlah ilmu padaku, kuatkan iman di hatiku, lapangkanlah rizki yang barokah untukku. Amin …

BUS

About these ads

Comments»

1. Usep Hasan Sadikin - September 27, 2006

Bagi saya iman adalah seperti “asumsi” yang bersifat terbuka. Ilmulah kemudian yang akan membuktikan (beserta pembandingan dan pengalaman) asumsi tersebut. Ketika pembuktian tidak sama dengan asumsi, atau dengan kata lain, ketika apa yang telah ditemukan ilmu tidak sama atau bertolak belakang dengan iman, maka di sinilah “tantangan” -nya. Apakah kita akan menghancurkan iman kita, dan membangunnya kembali berdasarkan pembuktian beserta pengalaman yang telah didapat, atau sebalilknya, kita tetap puas dengan keimanan kita dengan menafikan ilmu dengan pembuktian dan pengalaman di dalamnya.

2. abd rahman - January 30, 2008

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

tolong dimuat makalah tentang islam amal, iman dan ilmu.

syukran

wassalam

3. Alif Mariyani_Psikologi UIN-JKT - May 29, 2008

Assalamualaikum…
Kalau bisa penjabaran secara mendalam pada masing-masing rukun islam dimuat juga pak, di kaji dari sudut pandang ilmiah/ilmu…???
Makasih
Wassslamualaikum…

4. fadly - August 11, 2008

Iman dan ilmu adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, Iman tanpa Ilmu Bodoh,
Ilmu tanpa Iman Merugi
Banyak Kejadian – kejadian yang kita pikir mustahil tapi bila kita mau untuk mempelajarinya yaitu dengan Ilmu maka semua itu memang terjadi.
Dan apabila kita berpikir ada sesuatu kejadian yang memang tidak dapat kita ketahui itu bukan berarti Iman tidak ada kaitannya dengan Ilmu akan tetapi Ilmu kita belum sampai kesana.

5. kliwon - December 4, 2008

lha hidup kita pertama.. apa kan belajar dari apa2 yang ada disekitar kita? baru dah kita percaya tapi sih kelihatan sejalan tu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: